FabricatingFiring Test

Kenapa Bisa Meredam Terjangan Peluru ?


Jika kita bercerita tentang kaca maka kita pasti berfikir bahwa benda tersebut bisa pecah. Sama seperti kaca anti peluru sekalipun, pasti bisa pecah namun pastinya dapat meredam kekuatan terjangan peluru tergantung dari ketebalan kaca dan kaliber dari peluru yang menghantamnya.

Kaca tahan peluru ini dibuat dengan menggunakan bahan plastik yang kuat dan transparan yang disebut polycarbonate thermoplastic, atau dengan beberapa lapisan kaca yang disebut kaca laminasi.

Kaca anti peluru memiliki ukuran ketebalan antara 22 mm hingga 54 mm atau lebih tergantung kebutuhannya. Sebuah peluru yang ditembakkan pada selembar kaca anti peluru akan menembus lapisan luar kaca, tapi bahan polikarbonat yang melapisi kaca tersebut mampu menyerap energi peluru dan menghentikannya sebelum mencapai lapisan akhir. Sehingga pada umumnya kaca yang ditembak tersebut akan pecah dan menimbulkan bekas pada permukaannya namun peluru tidak sampai menembus kaca.

Polikarbonat adalah suatu kelompok polimer termoplastik, mudah dibentuk dengan menggunakan panas. Plastik jenis ini digunakan secara luas dalam industri kimia saat ini. Plastik ini memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening sehingga berfungsi sama seperti kaca.

Sebuah peluru yang ditembakkan pada lembaran kaca tahan peluru akan menembus lapisan luar kaca, tetapi lapisan bahan polikarbonat termoplastik atau kaca laminasi akan mampu menyerap energi peluru dan menghentikannya sebelum keluar dari lapisan akhir.

Namun begitupun, sebagian besar kaca anti peluru hanya bekerja pada tembakan senjata kecil dan akan kurang efektif pada senjata dengan peluru berkaliber yang lebih besar.
Ketika sebutir peluru menerjang kaca antipeluru, maka energi yang dihasilkan oleh peluru tersebut akan menyebar ke samping melalui lapisan-lapisannya. Energi peluru akan cepat terserap karena energi tersebut dibagi antara beberapa bagian yang berbeda dari kaca dan plastik, dan tersebar di area yang luas. Akibatnya laju peluru melambat dengan cepat sehingga tidak lagi memiliki energi yang cukup untuk menembus atau melakukan banyak kerusakan terhadap obyek yang dilindungi. Meskipun panel kaca yang pertama pecah, lapisan khusus polikarbonat yang berada diantara kaca menghentikan laju peluru menembus lapisan berikutnya .

Proses Pembuatan Kaca Anti Peluru

Kaca beserta lapisan2nya harus diukur dan dipotong terlebih dahulu, karena memotong kaca anti peluru setelah proses pelapisan (laminasi) adalah hal yang tidak mungkin.
Kaca yang telah disiapkan di bawa ke ruangan khusus untuk dibersihkan.
Kaca dan lapisan2nya kemudian disusun dan dimasukan kedalam kantong vaccum.
Setelah itu, kantong vaccum tersebut akan diberikan panas dan tekanan yang tinggi sampai kaca dan lapisan tersebut menyatu.

Cara Kerja Kaca Anti Peluru

Bagaimana cara kerja kaca anti peluru yang dapat menghentikan peluru ini?
Pertama, peluru akan menuju lapisan kaca pertama. Karena kaca lebih keras daripada polycarbonate, peluru tersebut akan berubah menjadi pipih.
Tetapi peluru tersebut masih memiliki energi kinetik untuk menembus lapisan kaca.
Kemudian, peluru yang telah menjadi pipih dan sebagian energi kinetiknya telah terserap oleh lapisan kaca akan ditangkap lajunya oleh lapisan polycarbonate yang lebih lentur dibandingkan dengan kaca.
Jadi, lapisan polycarbonate ini akan bersifat seperti jaring dalam gawang sepakbola.

Ada jenis kaca anti peluru satu arah, yang memiliki kemampuan menahan peluru hanya dari salah satu sisi saja, sementara dari sisi lain memungkinkan peluru untuk menembus kaca tersebut. Hal ini bertujuan agar seseorang yang ditembak mampu untuk membalas tembakan.

Bayangkan sebuah mobil yang dilengkapi dengan kaca anti peluru satu arah. Jika orang di luar mobil menembakkan peluru ke jendela, peluru akan menyerang sisi rapuh pertama. Bahan rapuh ini akan menghancurkan sekitar area yang terkena dampak dan menyerap sebagian energi di area yang lebih luas. Bahan yang fleksibel kemudian menyerap sisa energi dari peluru yang akhirnya menghentikan peluru. Sebuah peluru yang ditembakkan dari dalam mobil yang sama akan dengan mudah melewati kaca tersebut karena kekuatan peluru terkonsentrasi pada area kecil, yang menyebabkan bahan kaca lebih lentur. Hal ini menyebabkan bahan yang rapuh karena tembakan pertama memungkinkan peluru langsung menembus bahan yang fleksibel dan menyerang target di luar mobil.